Berita Populer: Rekor Baru Pemilu AS, hingga Korut Mulai Marah

by
KOMPAS.com – Jelang akhir pekan, sudahkah Anda menyiapkan rencana berlibur? Atau justru Anda memilih untuk menghabiskannya dengan rehat sejenak di rumah.

Apa pun pilihan Anda, jangan sampai ketinggalan sejumlah berita seputar perkembangan dunia yang populer.

Seperti, pemilu paruh waktu 2018 Amerika Serikat memecahkan sejumlah rekor, bahkan beberapa kandidat yang menang merupakan pertama tercatat dalam sejarah.

Kemudian, Korea Utara dikabarkan marah dengan AS karena pembicaraan kedua negara itu mengalami kebuntuan.

Berikut rangkuman empat berita populer kanal internasional sepanjang Kamis (8/11/2018) hingga Jumat (9/11/2018):

1. 8 Rekor Baru yang Tercatat dalam Pemilu Paruh Waktu AS

Ada 8 rekor baru yang tercatat dalam penyelenggaraan pemilu paruh waktu AS, seperti terpilihnya dua perempuan muslim pertama di Kongres.

Selain itu pemilu kali ini merupakan yang termahal, begitu pula dengan tingkat partisipasi pemilih yang tertinggi.

Lalu, apa saja rekor lain dalam pemilu paruh waktu AS? Klik tautan berita selengkapnya di sini.

2. Negosiasi Dikabarkan Buntu, Korut Mulai Marah kepada AS

Sumber dari pejabat militer maupun diplomat asing menuturkan, ketengangan AS dan Korea Utara makin memanas buntut pembicaraan mereka yang mengalami kebuntuan.

Buntunya perundingan kedua negara disebabkan mereka masih menunggu siapa yang bakal membuat konsesi terlebih dahulu.

Korut dilaporkan marah setelah AS menolak untuk mengangkat sanksi, ditambah dengan friksi personal antara juru runding kedua negara.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

3. Begini Skenarionya Jika Rusia Benar-benar Menyerang NATO

Pada 2017, Rusia menggelar latihan militer Zapad yang dilakukan sebagai bentuk unjuk kekuatan agar NATO menyadari negeri itu selalu siap untuk berperang.

Untuk mengurangi keresahan Barat, saat itu pemerintah Rusia mengatakan, latihan tersebut hanya merupakan persiapan operasi kontra-terorisme dan hanya diikuti 10.000 personel saja.

Namun, kenyataannya latihan itu akhirnya diikuti 100.000 personel dengan skenario invasi Rusia ke Eropa Timur.

Lalu apa yang terjadi jika Rusia benar-benar menyerang NATO? Klik tautan selengkapnya di sini.

4. Saat Kaum Hawa Bantu Partai Demokrat Kuasai DPR AS

Setidaknya ada 95 perempuan yang berhasil meraih kursi di House of Representatives atau DPR AS selama pemilu paruh waktu.

Partai Demokrat yang pada akhirnya dapat menguasai DPR seusai “puasa” selama 8 tahun tercapai berkat kaum Hawa.

Terpilihnya perempuan di distrik pinggiran kota yang dikuasai Republik, di mana popularitas Trump telah menurun, memungkinkan Demokrat merebut kembali sebagian kekuasaan di Washington DC

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

Source : kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *